Langsung ke konten utama


 Laporan :

HASIL MENGINTERPRESTASI PETA
DESA AHUANGGULURI
OLEH
APIF SOLEHUDIN
JURUSAN XII IPS II

SMA NEGERI 15  KONAWE SELATAN
2017


KATA PENGANTAR

        Puji syukur kepada tuhan yang maha esa atas karunia serta anugeranya kepada kita semua sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan laporan “PETA DESA AHUANGGULURI” didalam laporan ini kami membahas tentang apa saja yang berhubugan dengan peta desa ahuangguluri yang saya susun menjadi laporan , saya harap melalui laporan ini para pembaca atau penyimak bisa mengerti dan mengenal apa saja yang ada di peta desa ahungguluri
    Saya mohon maaf apabila laporan ini masih memiliki banyak kekurangan dan juga saya mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca atau penyimak laporan, sekian dan terima kasih




DAFTAR ISI

Kata pengantar
Daftar isi
A.    Alat dan bahan.................................................................................................
B.     Manfaat observasi............................................................................................
C.     Langkah langkah observasi.............................................................................
D.    Kajian teori......................................................................................................
E.     Hasil observasi................................................................................................
F.      Pembahasan.....................................................................................................
G.    Kesimpulan.....................................................................................................
            DAFTAR PUSTAKA
            LAMPIRAN



  

A.    ALAT DAN BAHAN
1.      Meter rol
2.      kamera
3.      buku dan pulpen
4.      pensil
5.      spidol
6.      kertas A4

B.     MANFAAT OBSERVASI
         Manfaat dari observasi ini adalah agar pembaca dapat mengetahui asal usul berdirinya desa ahungguluri,mengetahui pemerintahan di desa ahuangguluri, mengetahui jumlah dusun yang ada di desa tersebut,  jumlah RT dan objek objek yang ada di desa ahuangguluri, mengetahui kondisi sosial budaya, sarana dan prasarana yang ada
                                
C.     LANGKAH LANGKAH OBSERVASI
1.      Pertama saya menyiapkaan  meter rol, kamera dan alat tulis
2.      Lalu saya turun lapangan untuk melakukan observasi dengan cara mengukur jarak antara dusun 1 ke dusun 2 dan dusun 3
3.      Setelah itu menuju tempat observasi selanjutnya yaitu SDN 08 BAITO, MASJID, BALAI DESA, TK, CEKDAM, PUSKESDES DAN TUGU SUMUR untuk mengetahui ukuran dan letak posisi objek tersebut
4.      Lalu setelah melakukan observasi di lapangan saya mendatangi rumah kediaman kepala desa ahuangguluri untuk melakukan proses tanya jawab/wawancara tentang sejarah terbentuknya desa ahungguluri
5.      Menyusun  hasil observasi kedalam bentuk laporan.

D.    KAJIAN TEORI
         Desa ahuangguluri berdiri pada tahun 2002 yang merupakan pemekaran dari desa wonuaraya dan sebagai pejabat kepala desa yang ditunjuk oleh pemerintah kecamatan adalah bapak SUKIRNO, beliau menjabat selama 7 tahun yaitu dari tahun 2002-2009. Selanjutnya pada tahun 2009-2011 desa ahuangguluri definitif di resmikan oleh bupati konawe selatan dan kepala desa di jabat oleh bapak SUKIRNO,  dan pada PILKADES 2012 bapak SUKIRNO terpilih kembali menjadi kepala desa sampai sekarang.
      Sementara desa wonuaraya adalah salah satu desa ekstran yang di transmigrasikan oleh pemerintah pusat tahun 1977 yang sekarang telah dimekarkan menjadi 3 desa yaitu: desa mekarjaya dan ahungguluri, desa ahungguluri bekedudukan di kecamatan baito, kabupaten konawe selatan, provinsi sulawesi tenggara, desa ahuangguluri terdiri dari 3 dusun yang masing-masing dusun terdiRi dari 2 RT.luas wilayah 900 ha yang terbagi menjadi lahan pemukiman seluas 160 ha dan lahan persawahan seluas 140ha tanah umum 4 ha dan sisanya pekebunan dan perladangan . sebelah utara berbatasan dengan kawasan HTI  sebelah selatan berbatasan dengan desa wonuarayasebelah barat berbatasan dengan desa pudahoa, dan sebelah timur berbatasan dengan desa alakaya kec. Palangga dengan jumlah penduduk  laki-laki 491 jiwa, perempuan 414 jiwa. Dengan jumlah kepala keluarga 235 kepala keluarga          
       Sebagian besar  mata pencaharian warga desa ahuangguluri adalah sebagai petanisawah dan petani ladang, sebagian kecil adalah pedagang, pengrajin, dan buruh kontruksi
      Desa ahungguluri sama seperti halnya desa-desa lainnya antara pemerintah dcan masyarakat desa ahungguluri sedang dan akan  terus berupaya melaksanakan pembangun di berbagai bidang demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, gemah-ripahlohjinawi berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara kesatuan republik indonesia tercinta
       Dilihat dari segi geografis dan potensi yang di miliki,desa ahuangguluri merupakan salah salah satu desa/daerah bagi tumbuh dan berkembangnya pendapatan masyarakat terutama pada sektor pertanian[sawah dan kebun peternakan].
1.   Kondisi Sosial Budaya Desa
a)      Kependudukan
Jumlah usia produktif lebih banyak di banding dengan usia anak-anak dan lansia.perbandingan  usia anak-anak,produkktif,dan lansia adalah sbb;34,2%;57,5%:8,3%.Dari 905 jumlah penduduk yang berada pada kategori usia produktif laki-laki dan perempuan jumlahnya hampir sama/seimbang.



b)     Kesejahteraan
Jumlah KK sedang mendominasi yaitu 43% dari total KK,KK kaya 35. Dan KK miskin 54%.dengan banyaknya KK sedang dan miskin inilah maka desa ahuangguluri termasuk dalam DESA TERTINGGAL.
c)      Tingkat Pendidikan
              Kesadaran tentang pentingnya pendidikan terutama pendidikan 9 tahun baru terjadi beberapa tahun ini sehingga jumlah lulusan SD dan SLTP mendominasi peringkat pertama.
d)     Mata Pencaharian
Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dan buruh tani.Hal ini di sebabkan karena sudah turun temurun sejak dulu bahwa masyarakat adalah petani dan juga minimnya tingkat pendidikan menyebabkan masyarakat tidak punya keahlian lain dan tidak punya pilihan lain selain menjadi buruh tani dan buruh kontruksi.
e)      Agama
Seluruh warga masyarakat desa ahuangguluri adalah muslim [islam].
2.   Prasarana dan Sarana Desa
a)      Gedung SLTP dan SLTA tidak di perlukan di desa ahuangguluri karena jumlah siswa yang hanya sedikit sudah terakomodasi dalam SLTP dan SLTA terdekat.
b)      Pasar desa tidak ada,untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat biasanya mereka datang ke pasar tradisional yang ada di kecamatan BAITO.
c)      Secara umum prasarana dan sarana yang ada di desa belum  lengkap mengingat jumlah penduduk hanya 757 jiwa.

A.    Rona
Adalah tingkat kegelapan atau kecerahan objek sungai mempunyai warna lebih gelap dari pada jalan,Di karenakan mempunyai sifat lebih banyak menerima tenaga dan sedikit memantulkan tenaga sedangkan jalan lebih sedikit menyerap tenaga dan banyak memantulkan tenaga.

B.     Warna
Adalah wujud tampak mata,warna menunjukan tingkat dalam wujud kuning-kuning hijau,seperti unsur warna karena matahari.


C.    Bentuk
Merupakan variabel kualitatif yang memberikan konfigurasi atau kerangka suatu objek.Kita bisa melihat sekolah yang berbentuk L dan bentuk halaman yang tidak terlalu rata.

D.    Ukuran
Merupakan ciri objek yang antara lain berupa jarak,luas kita bisa lihat bentuk masjid di bawah ini.

E.     Pola
Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai bagi banyak objek alamiah seperti bangunan-bangunan yang teratur .

F.     Bayangan
Yang bersifat menyembunyikan detail untuk objek yang berada di daerah gelap.Dapat di kenali dari posisi yang lebih tinggi dari sekitarnya sehingga pancaran sinar matahari akan menghasilkan bayangan.

G.    Situs
 Adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya seperti lapangan yang agak merata dan l

E.     HASIL OBSERVASI
1.      Peta Desa Ahuangguluri
Skala Peta Desa Ahuangguluri 1 : 100.000
Dusun 1 ke dusun 2  adalah 400 meter
400 cm persegi  =1.600 meter
                           =1,6 cm x 100.000
                            = 160.000 cm 
                            =1.600 meter
                            =1,6 km
 



F.        PEMBAHASAN
Desa ahuangguluri berdiri pada tahun 2002 yang merupakan pemekaran dari desa wonuaraya dan sebagai pejabat kepala desa yang ditunjuk oleh pemerintah kecamatan adalah bapak SUKIRNO, beliau menjabat selama 7 tahun yaitu dari tahun 2002-2009. Selanjutnya pada tahun 2009-2011 desa ahuangguluri definitif di resmikan oleh bupati konawe selatan dan kepala desa di jabat oleh bapak SUKIRNO,  dan pada PILKADES 2012 bapak SUKIRNO terpilih kembali menjadi kepala desa sampai sekarang.
      Sementara desa wonuaraya adalah salah satu desa ekstran yang di transmigrasikan oleh pemerintah pusat tahun 1977 yang sekarang telah dimekarkan menjadi 3 desa yaitu: desa mekarjaya dan ahungguluri, desa ahungguluri bekedudukan di kecamatan baito, kabupaten konawe selatan, provinsi sulawesi tenggara, desa ahuangguluri terdiri dari 3 dusun yang masing-masing dusun terdiRi dari 2 RT.luas wilayah 900 ha yang terbagi menjadi lahan pemukiman seluas 160 ha dan lahan persawahan seluas 140ha tanah umum 4 ha dan sisanya pekebunan dan perladangan . sebelah utara berbatasan dengan kawasan HTI sebelah selatan berbatasan dengan desa wonuarayasebelah barat berbatasan dengan desa pudahoa, dan sebelah timur berbatasan dengan desa alakaya kec. Palangga dengan jumlah penduduk laki-laki 491 jiwa, perempuan 414 jiwa. Dengan jumlah kepala keluarga 235 kepala keluarga.         
      Sebagian besar mata pencaharian warga desa ahuangguluri adalah sebagai petanisawah dan petani ladang, sebagian kecil adalah pedagang, pengrajin, dan buruh kontruksi
     Desa ahungguluri sama seperti halnya desa-desa lainnya antara pemerintah dan masyarakat desa ahungguluri sedang dan akan terus berupaya melaksanakan pembangun di berbagai bidang demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, gemah-ripahlohjinawi berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negara kesatuan republik indonesia tercinta       Desa  ahuangguluri memiliki beberapa objek yang sangat menonjol yaitu SDN 08 BAITO, MASJID, TUGU SUMUR, BALAI DESA, CEKDAM,TK, PUSKESDES DAN LAPANGAN. Masjid yang berada di desa ahungguluri saling berhadapan langsung dengan TK masjid tersebut di kenal dengan nama masjid jami nurul falaq yang memiliki ukuran panjang 10 meter dan lebar 10 meter lalu di sebelah bagian barat masjid terdapat balai desa yg juga di jadikan sebagai tempat untuk pertemuan para warga desa, tempat bekerja para pegawai desa, untuk di jadikan tempat di adakannya acara-acara desa, musyawarah dan mufakat, balai desa ini memiliki ukuran 11 x 11 meter, lalu objek selanjutnya adalah SDN 08 BAITO yang memiliki ukuran keliling 40 x 50 meter tempat ini sangat berperan penting dalam masyarakat karena tempat ini adalah tempat para siswa meningkatkan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan selain itu juga membantu pemerintah dalam menyukseskan program pendidikan dasar 9 tahun. Desa ahungguluri juga memiliki tempat yang bisa di jadikan tempat para warga masyarakat untuk refresing, bermain dan bersantai yaitu adalah cekdam tempat ini biasanya paling banyak di gunakan para warga untuk memancing cekdam ini memiliki ukuran yang sangat luas dengan ukuran 25x 150 meter selain tempatnya yang indah dan bagus biasanya cekdam ini di jadikan sebagai taman hiburan pada saat hari hari tertentu seperti hari idul fitri, idul adha dan tahun baru, di desa ahungguluri memiliki pusat kesehatan desa atau biasa di sebut puskesdes tempat ini di jadikan sebagai pusat pengobatan desa ahungguluri, yang memiliki ukuran sekitar 10 x 10 meter, selanjutnya yang paling paling di kenal di desa ahungguluri adalah tugu sumur yang memiliki tinggi 6 meter dan lebar 3 meter dengan corak warna kuning tugu sumur ini di bangun pada tahun 2005 oleh pemerintah desa ahungguluri dan yang lebih uniknya lagi konon katanya tugu sumur tersebut adalah tempat mandinya bidadari,dan sampai sekarang tugu sumur tersebut di jadikan sebagai simbol dari desa ahungguluri.

1.      Rona
Cekdam dan jalan
.    
Rona    :  jalan lebih sedikit memantulkan tenaga  sedangkan cekdam sedikit
                memantulkan  tenaga
warna   :  cekdam lebih memiliki warna gelap , hijau tua,  sedangkan jalan lebih terang
                 karena sinar matahari
ukuran  : cekdam berukuran  lebar 25 x 150 meter


2.      Warna
Tanaman padi
Rona   : padi yang memiliki warna  hijau kekuning-kuninganyang di karenakan oleh   
              sinar matahari
warna  : padi memiliki warna agak kuning dan hijau
situs     : bergerombolan merata
         tekstur  : seragam

3.      Ukuran
Balai desa yang memiliki ukuran 11 x 11
Bentuk   : menyerupai bentuk huruf I atau gabunhgan
Ukuran   : lebih besar dari rumah pada umumnya
Asosiasi    : memiliki sedikit halaman yang tidak terlalu luas, dan tempt parkir





4.      Pola
puskesdes
.bentuk : hampir menyerupai rumah pada umumnya
Ukuran  : memiliki ukuran yang tidak terlalu luas hanya sekitar 10 x 10 meter
Asosiasi  : halamannya sangat sempit hanya bisa di gunakan parkir motor saja


5.      Bayangan

.
Bentuk : memanjang,  lebar seragam dan lurus
Tekstur  : kasar dan bergelombang
Asosiasi  : memiliki area yang cukup  luas dan ada pohon peneduh di sekitarnya
Rona      : sedikit lebih gelap





6.      Situs
Lapangan
 Rona  : cerah untuk rumput
Bentuk : empat persegi panjang
Tekstur  : halus
Asosiasi : ada gawang yang tampak dari bayangan

7.      Bentuk

Rona : cerah untuk halaman dan gedung
Bentuk : persegi panjang
Asosiasi : ada halaman untuk bermain
Ukuran :




G.    KESIMPULAN
      Desa ahuangguluri yang berdiri pada tahun 2002 dan merupakan pemekaran dari desa wonuaraya.Dan sebagai pejabat kepala desa yang di tunjuk oleh pemerintah kecamatan adalah bapak SUKIRNO,beliau menjabat selama 7 tahun,yaitu dari tahun 2002-2009.Selanjutnya pada tahun 2009 desa ahuangguluri definitif di resmikan oleh bupati konawe selatan dan kepala desa di jabat oleh bapak sukirno,dan pada pilkades 2012 bapak sukirno terpilih kembali menjadi kepala desa sampai sekarang.Desa ahuangguluri terdiri dari 3 dusun yang masing-masing dusun terdiri dari 2 RT.Luas wilayah,900 ha yang terbagi menjadi lahan permukiman seluas 160 ha,dan lahan persawahan 140 ha,tanah umum 4 ha,dan sisanya berbatasan dengan desa wonuaraya,sebelah barat berbatasan dengan desa pudahoa.Dan sebelah timur berbatasan dengan desa alakaya,dengan jumlah penduduk laki-laki 491 jiwa,perempuan 414 jiwa.Dengan jumlah kepala keluarga 235 kepala keluarga.














DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/denah
http://sdidik 48.blogspot.com/2014/09/htmi

LAMPIRAN

 Ukuran masjid jami nurul falaq :
 Panjang  : 10 meter
Lebar      : 10 meter



Ukuran tugu sumur :
tinggi       :6 meter
lebar        : 3 meter
diameter : 6 meter
ukuran SDN 08 BAITO :
panjang : 40 meter
lebar       :   50 meter
ukuran balai desa :
panjang : 11 meter
lebar       : 11 meter
ukuran cekdam :
panjang : 150 meter
lebar       : 25 meter



ukuran TK  :
panjang : 50 meter
lebar      : 25 meter

ukuran puskesdes  :
panjang 10 meter
lebar : 10 meter
ukuran lapangan :
panjang : 80 meter
lebar      : 50 meter




Jarak dari dusun 1 ke dusun 2 = 400 meter
jarak dari dusun 2 ke dusun 3 = 400 meter










Komentar